2015/03/25

Tanya


Pernah seorang bertanya, apakah mereka membaca tulisanmu atauhkah hanya terpukau pada imaji yang yang kamu sandingkan bersamaan dengan tulisanmu? Dua-dua menarik menurutmu. Lalu kamu mengambil keputusan sendiri bahwa jika seseorang membutuhkan waktu lebih untuk selesai membaca tulisanmu. Itu pun sekedar membaca ya, jika ditelaah perkata hingga menemukan makna, mungkin lebih lama lagi. Jadi bagi mereka yang dengan segera memberikan senyum atau tanda hati beberapa saat setelah postingan di publikasikan, sudah dapat dipastikan bahwa mereka tidak membaca tulisannya, hanya sekedar melihat gambar lalu keinginan eksistensi begitu besar maka segeralah menekan icon tanda suka. 

Menurutmu, jika seseorang benar-benar membaca apa yang kamu maksudkan, mereka akan memberikan perhatian di tempatnya, yaitu di tempat kamu menuliskan aspirasimu.

2015/03/24

Senyum Imaji



Malam ini kau tak datang imajiku
tiada nada untukku jadikan lagu
setiap kata sepertinya tak bermakna
ku hanya bernyanyi sumbang tak tentu lagu

kemanakah perginya bunga jiwaku
yang dahulu menjadi bait-bait puisi
bila cahaya terang menghampiriku
dialah bulan yang menari diatas rambutku

cerita masa lalu
perlahan berganti
cerita masa lalu
walau tak datang kembali
kunanti selalu

menghirup kesunyian jadi nafasku
yang di hembuskan malam
usai senyum berlalu
genapkan kerinduan
pada bayangmu
yang terbentang dari langit 
ke relung hati




   by *Akarkina*

2015/03/03

[muara] [ia] Penasaran


Malam ini ia memahami makna Penasaran.
Ketika seseorang merasakan kegatalan dan hasrat ingin menggaruk yang tak henti tentang sesuatu permasalahan atau seseorang.
Analogi paling mudah ialah dengan frase arwah penasaran. makna penasaran pada frase tersebut begitu kuat. contoh lain ialah ketika seorang teman dekat merasakan penasaran karena ia telah dikecewakan oleh teman terdekatnya, maka ia akan penasaran bagaimana membuat sang teman merasakan sakit hati yang ia rasakan. Dan ia takkan berhenti hingga ia puas, entah kapan, bahkan mungkin dibawa hingga mati. kira-kira demikiann yang dirasakan sang arwah penasaran, ia masih belum puas akan sesuatu ketika ia masih hidup. 
Lalu ia melihat ke suatu sudut di ruangan tempat ia berada. disana ia melihat suatu bayangan angka hari yang telah terlewati setelah ia melakukan kesalahan itu. Kesalahan yang sangat manusiawi sehingga drama yang terjadi sudah berulang-ulang terjadi di muka bumi ini. Kesalahan mengkhianati kepercayaan.
Masih di hammock, bergoyang perlahan ia menatap langit-langit ruangan yang tersenyum kepadanya, seakan mengingatkan berapa hari ia telah di hantui oleh perasaan itu ... perasaan bersalah yang menghantui dirinya atas kesalahan yang ia buat kepada temannya. sahabatnya... teman bicaranya..
lalu ia melihat kalender di gadgetya, dan menunjukkan angka 3676 hari setelah hari itu. Hari ia membuat kesalahan itu ... selama itukah ia tersadar. Sudah berapa lama ia hidup?